bukan untuk membuktikan kekuatan,
dan bukan pula untuk mencari pengalaman luar biasa.
Retret Puasa Nyung Ne adalah latihan membuka diri.
Melalui puasa, keheningan, dan disiplin tubuh,
kita sedang belajar melihat dengan jujur
bagaimana keinginan, ketidaknyamanan,
dan kebiasaan "aku" berfungsi di dalam diri.
Namun pelatihan ini tidak berdiri di atas ketegangan.
Pelatihan ini berlandaskan dan berdiri di atas welas asih.
Semua rasa lapar, lelah, dan keterbatasan
tidak kita ambil hikmahnya untuk diri sendiri,
melainkan kita persembahkan
demi terbebasnya semua makhluk dari penderitaan.
Ketika perhatian tidak lagi berpusat pada "aku",
hati mulai melunak.
Dan ketika hati melunak,
kesadaran menjadi lebih jernih dan terang.
Nyung Ne tidak meminta kita memahami apa pun.
Nyung Ne hanya mengundang kita hadir sepenuhnya,
tanpa menolak, tanpa menggenggam.
Bila ketidaknyamanan muncul,
biarkan ia menjadi guru.
Bila keheningan terasa asing,
biasakanlah itu menjadi rumah tempat tinggal kita.
Semoga pelatihan ini
melemahkan keakuan yang sempit,
menumbuhkan welas asih yang luas,
dan membangunkan kesadaran
yang sejak awal telah ada di dalam diri kita.
Persembahan kita, semoga semua makhluk berbahagia.
Sujud kita, semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan.
Om Awighenam Astu Mugi Rahayu Sagung Dumadi.
***
Ditulis oleh Upasaka Salim Lee dalam rangka Retret Puasa Nyung Ne yang berlangsung
dari tanggal 15-18 Januari 2026.a






