Dengan landasan hati yang hangat dan terbuka seperti itu, kita bisa melihat dan merasakan kehidupan dalam konteks yang saling terkait dengan orang-orang, makhluk-makhluk, dan lingkungan kita. Melihat dan merasakan konteks yang lebih jelas dan luas, bahwa hidup ini bukan hanya tentang 'hidup saya,' tapi 'kehidupan saya' ini selalu terkait dengan yang lain. Semakin kita hanya berpikir untuk saya, ayah saya, ibu saya, teman saya, kehidupan ini semakin tampak tidak pas, selalu penuh dengan pergolakan.
Ternyata jika kita semakin menyadari bahwa semua kebahagiaan itu datang karena membahagiakan yang lain; semua penderitaan itu datang karena kita hanya mementingkan kebahagiaan sendiri atau hanya mau 'in-group saya saja' – kita akan mulai menemukan cara hidup yang lebih efektif dan lebih nyaman. Tekad selalu berguna buat sesama, itulah yang menjadi kunci dari hati yang penuh pengertian dan welas asih.
Tantangannya, kita harus memiliki sikap yang tidak putus asa, karena bagaimanapun kita berusaha, kita tidak akan bisa selalu tahu apa yang mereka butuhkan. Karenanya, garisbawahi bahwa kita bertekad untuk bisa selalu hidup tergugah, untuk mencapai penggugahan yang sempurna, agar kita bisa lebih tahu apa yang dibutuhkan setiap saat, baik untuk kita sendiri maupun untuk semuanya. Dengan begitu, kita bisa benar-benar berguna dan memberi manfaat yang dibutuhkan untuk semuanya. Ini konteks yang lebih luas dari konteks dasar tadi. Ini dijadikan syarat utama untuk mencapai konteks pamungkas, yang lebih dalam dan lebih mendasar lagi.
Semuanya terbentuk dari hati: 一切唯心造 (yī qiè wéi xīn zào). Di sini, konteksnya adalah bagaimana kita mengalami hidup ini. Jelas bahwa tata laku yang didasari dengan tekad dan arah yang jelas akan sangat membantu. Ini dikarenakan kadang-kadang apa yang sebaiknya kita kerjakan justru tampak berlawanan dengan kebiasaan maupun intuisi atau insting kita. Contoh sederhana: “Mengapa harus menawarkan sepotong tahu goreng terakhir di piring itu kepada orang lain, padahal saya suka sekali dan sangat menginginkannya?” Ternyata, jauh lebih memberi kebahagiaan di hati jika kita melihat yang lain menikmatinya, daripada kita yang makan sendiri. Jadi, kita harus tahu alasan dan jurusnya, kemudian kita bertindak sesuai dengan apa yang kita yakini sebagai yang terbaik. Jadi jelas landasannya bukan hanya ‘semuanya harus untuk saya.'
Tata laku sangatlah penting, tetapi landasan pengertian yang mendasari tata laku itu tidak kalah pentingnya, bahkan sangat krusial. Landasan pengertian ini yang memungkinkan kita untuk tahu 'apa yang terjadi,' tahu apa yang sebenarnya ada – yatha bhuta dharsana.
Sutra Avatamsaka secara komprehensif menunjukkan bahwa apa pun yang dialami ternyata bisa dilihat sebagai interpenetrasi dari semua yang ada, jika 'dilihat, dialami, dimengerti' dari landasan 'primordial, pristine awareness, empty luminosity of non-dual mind – kesadaran, kebiasaan untuk tahu, prakasha-advayajnana'.
Keberadaan apa pun, baik yang kita alami melalui pancaindra seperti gunung, HP, tetangga – atau perasaan seperti kebencian, kerinduan, rasa pisang goreng – maupun apa yang kita pikirkan, seperti saldo rekening bank, Sukhavati, Avalokiteshvara dengan 1.000 tangan, ternyata hanya bisa ada kalau kita alami di hati, sebagai pengalaman.
Di landasan 心 (xīn), hati, citta inilah terbentuknya segala sesuatu, muncul dan hilangnya perasaan; silih bergantinya pengalaman. Tapi ada perbedaan yang besar karena di landasan ini tidak ada konsep baik dan buruk; tidak ada aku dan kamu; tidak ada suka dan benci. Apa pun yang bisa dimengerti, akan dimengerti. Apa pun yang diperlukan akan dihadirkan. Tidak ada batas ruang, tidak ada di sini atau di situ. Tidak ada batas waktu, tidak ada yang lalu, atau yang akan datang. Bukan timeless tetapi beyond time.
Ini landasan kesadaran yang tergugah, yang sempurna, tidak ada lagi yang lebih tinggi, yang lengkap: Anuttara Samyaksambodhi. Empty, bliss, luminosity yang penampilannya sebagai mahakaruna. Ini kemungkinan keberadaan yang sempurna sebagaimana dibabarkan dalam sutra-sutra seperti Sutra Avatamsaka, Sutra Teratai, Sutra Gandavyuha, dan lain sebagainya.
Kesempurnaan yang fungsinya memberi kebahagiaan buat semua, itu hal yang mungkin karena semuanya terbentuk dari hati; 一切唯心造 yī qiè wéi xīn zào.
***
Bunga Rampai: Kumpulan Ajaran Dharma oleh Upasaka Salim Lee. Januari 2019.






