Sebenarnya saya tahu mengapa itu terjadi, dan saya tahu mengapa Sergio Garcia selama tahun 2007 dan 2008 benar-benar tak belajar banyak. Karena dia melakukan kesalahan yang persis sama di tahun 2008 seperti yang dibuatnya tahun 2007. Jadi saya akan berbagi rahasia kepada Anda tentang itu, tentang beberapa hal yang kami ajarkan kepada para eksekutif. Dengan menggunakan ilmu saraf, yang merupakan bidang saya, saya akan menyingkap beberapa rahasia bagaimana bekerjanya sistem Anda.
Saya hanya ingin peragakan contoh untuk menjelaskan mengapa Sergio atau siapa pun yang kinerjanya kadang menurun atau mengapa kinerja Anda menurun dan apa yang perlu dilakukan untuk menjaga agar Anda tetap cemerlang setiap hari. Jadi kalau kita ingin selalu mencapai tujuan yang sama, kita dapat memperbaiki kinerja kita atau hasilnya. Hasil apa pun yang kita maksud, entah di bidang olahraga, bidang bisnis, prestasi akademis, hubungan dengan orang lain, hasil apa pun yang kita bicarakan, yang akan memperbaiki kinerja kita...
Yang pertama dan terutama, untuk memperbaiki hasil, Anda harus fokus pada tindakan orang-orang. Kita harus melakukan hal dengan cara yang berbeda untuk mendapat hasil yang berbeda. Kebanyakan penilaian kinerja dalam industri, hanya berfokus pada apa yang Anda selalu lakukan. Anda masuk ke ruangan dan bertemu atasan Anda, dan dia berkata, “Kamu sudah melakukan hal ini, dengan sangat baik. Yang ini, tidak begitu baik, jadi kurangi ini dan lebih banyak kerjakan itu. Saya ingin kamu kerjakan ini, dan kurangi itu.”
Kadang-kadang pendekatan ini manjur dan Anda mendapat hasil yang berbeda. Tapi seringkali, tak banyak berbeda atau hanya akan berbeda jika para atasan berdiri di samping karyawan dan memastikan mereka melakukannya. Jadi hal ini perlu tapi tidak cukup, alasannya adalah bahkan jika orang tahu apa yang harus dilakukan, terkadang mereka tidak melakukannya.
Jadi tidak cukup hanya berfokus pada apa yang bisa Anda lihat di permukaan, pada perilaku saja. Anda harus benar-benar tahu apa yang ada dalam diri mereka. Mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan? Jika Anda benar-benar mau mengubah kinerja secara permanen dan menjadi cemerlang setiap hari, Anda harus benar-benar tahu apa yang terjadi di dalam.
Jadi, yang pertama-tama dan terutama adalah apa yang sebenarnya mendorong perilaku seseorang, yaitu bagaimana mereka berpikir. Jadi bagaimana Anda berpikir menentukan apa yang Anda kerjakan. Jadi ketika saya memberikan bimbingan pada seorang CEO, saya harus benar-benar tahu apa yang dipikirkannya. Kenyataannya, saya harus mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya, bukan sekedar mengamati perilakunya. Namun pendapat kami adalah jika Anda tidak benar-benar tahu atau menanyakan beberapa pertanyaan rinci, Anda tak akan mendapatkan perubahan yang berkesinambungan. Ini tak akan bertahan lama, Anda akan mendapat kinerja yang fluktuatif... tak menentu. Jadi Anda mesti benar-benar tahu bagaimana orang-orang berpikir mengenai diri Anda, apa yang Anda katakan, mengenai dunia. Walaupun Anda sudah melakukan demikian, itu tak cukup, karena ada sesuatu yang lebih mendasar, yang melandasi bagaimana orang berpikir.
Jadi bagaimana Anda berpikir sangat ... sangat dipengaruhi oleh bagaimana perasaan Anda. Kenyataannya, dua hal ini berpengaruh satu sama lain. Berpikir mempengaruhi perasaan dan perasaan mempengaruhi pikiran. Hubungannya timbal-balik. Tapi faktor yang dominan adalah perasaan. Dalam ilmu saraf banyak sekali alasannya dan kita tak punya waktu untuk menjelaskannya di sini. Sebenarnya, jika Anda ingin mengubah apa yang orang lain lakukan, Anda mesti mengubah pemikiran mereka. Jika Anda ingin mengubah cara pikir mereka, Anda harus mengubah perasaan mereka. Dampaknya akan jauh signifikan dibandingkan cara sebaliknya. Misalnya jika Anda merasa cemas, tak ada gunanya jika saya mengatakan “Jangan kuatir.” Ini tak membantu. Atau ketika saya sedang menghadapi ujian. “Jangan kuatir.” “Oh, tahukah Anda saya tidak terpikir untuk tidak kuatir. Itulah jawabannya. Ah, saya tidak kuatir. Oh, bagus. Bukan begitu cara kerjanya.
Pasti Anda semua pernah mengalaminya: ketika Anda cemas, Anda cemas dan seberapa pun kata “jangan kuatir” tak akan membantu. Sebaliknya, itu seringkali memperburuk. “Baiklah, Anda bilang ‘jangan kuatir,’ tapi saya kuatir.” Jadi resep sebenarnya adalah Anda harus mengubahnya. Ini tetap tidak cukup. Ada sesuatu yang lebih mendasar, yang melandasi bagaimana perasaan Anda, dan itu adalah emosi Anda. Jadi, Anda harus mengubah emosi agar dapat mengubah perasaan, agar dapat mengubah pikiran. Kini Anda mungkin bertanya-tanya, “Tunggu dulu. Perasaan dan emosi... bukankah itu sama?” Tidak.
Banyak orang tidak menyadari... dan terutama, banyak teman saya di dunia sains maupun pengobatan... tidak menyadari bahwa perasaan dan emosi bukanlah hal yang sama. Kenyataannya, banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa perasaan dan emosi bukanlah hal yang sama, khususnya para pria. Tanyakan para pria perasaan mereka, dan mereka akan menjawab apa yang mereka pikirkan, karena mereka tidak mengerti pertanyaannya... Pikiran dan perasaan bukanlah hal yang sama. Perasaan dan emosi bukanlah hal yang sama.
Jadi jika Anda ingin mengubah hasil dengan mengubah perilaku, ada berbagai tahap ... dan walaupun Anda benar-benar tahu mengenai emosi, itu masih tidak cukup. Ada yang lebih mendasar. Yang melandasinya adalah fisiologi Anda.
Jadi mengapa kinerja berfluktuatif seperti performa Sergio adalah: ada berbagai tahap yang belum bisa ditangani oleh Sergio Garcia. Dia hanya berkonsentrasi pada teknik memukul atau cara menggiring bola. Dan dia belum benar-benar menguasai hal lainnya, walaupun dia berkata pada dirinya dan mengulang-ulang dalam hati, “Saya adalah pegolf yang baik. Saya adalah pegolf yang baik. Saya adalah pegolf yang baik.” Itu tidak cukup karena masih ada tiga tahap yang belum dikuasainya.
Jadi, jika Anda ingin cemerlang setiap hari, Anda harus benar-benar tahu setiap tahap. Mari kita mulai dari bawah ke atas. Kita mulai dari fisiologi, apa itu? Itu semata-mata hanyalah aliran data. Fisiologi hanyalah itu. Aliran data. Jadi, selagi saya bicara pada Anda sekarang kebanyakan dari Anda mendapatkan aliran data ke otak Anda mengenai apa yang terjadi dalam tubuh Anda. Beberapa dari Anda menyantap kue saat istirahat, dan Anda akan mendapat sinyal dari usus Anda, “Oh, gula. Ada gula.” Dan sinyal tersebut sampai ke otak Anda, memberitahukan otak Anda apa yang terjadi pada usus Anda. Di antara Anda ada yang perutnya berkontraksi karena kue tersebut, dan terjadillah gelombang tekanan yang memberitahukan otak Anda tentang apa yang terjadi pada usus Anda.
Jadi, ini hanyalah data-data fisiologi. Hanya aliran data. Selagi beberapa dari Anda menulis atau mengetik, ada sensasi sendi Anda yang naik ke saraf menuju otak Anda, memberitahukan otak Anda di mana jari-jari Anda. Itu hanyalah data-data fisiologi... Lalu apakah emosi itu? Emosi adalah ... jika Anda mengumpulkan seluruh aliran data, baik yang berasal dari usus atau sendi, atau jantung, atau paru-paru Anda... semua sistem fisiologi dan sampe ke otak Anda dalam bentuk sinyal elektrik, signal elektromagnetik, gelombang kimia, gelombang tekanan. Semua sinyal dari seluruh sistem tersebut... itulah yang disebut emosi. Semata-mata energi. Energi yang bergerak. Itulah emosi.
Jadi, kita semua punya itu. Kita punya emosi. Tiap detik tiap hari ada energi yang mengalir dalam diri kita. Karena kita senantiasa mencerna, kita senantiasa bernapas masuk dan keluar, jantung kita senantiasa berdenyut. Ini terjadi setiap saat. Jadi kita memiliki energi yang bergerak tiap detik, tiap hari. Tapi kita mungkin tak merasakannya. Sensasi (perasaan) adalah menyadari energi tersebut. Dan itulah masalahnya. Energinya mungkin ada, tapi kita tak merasakannya. Sebagai contoh, jika kita lihat pengalaman yang lazim terjadi pada kebanyakan orang... apa yang disebut karakteristik energi, seperti kecemasan? Apa yang terjadi secara fisiologis ketika kita dalam keadaan cemas? Jika kita amati denyut jantung, itu berdenyut cepat. Jantung berdenyut, “bum... bum... bum... bum... bum.” Apa lagi yang terjadi? Apa yang terjadi dalam mulut? Mulut menjadi kering. Jadi bicara Anda terputus-putus... itulah yang terjadi. Apa yang terjadi pada telapak tangan Anda? Berkeringat. Apa yang terjadi pada usus? Usus bergolak. Inilah unsur-unsur (ciri-ciri) khusus fisiologi mengenai apa yang disebut cemas.... Hanya saja Anda tak merasakannya. Jika Anda tak merasakannya, itu mengubah apa yang Anda pikirkan dan seberapa baik Anda memikirkannya, akan mengubah apa yang Anda lakukan. Namun Anda tak menyadarinya karena Anda merasa semua baik-baik saja.
Anda sama sekali tidak menyadarinya. Anda hanya memikirkan apa yang Anda pikiran dan melakukan apa yang Anda lakukan. Jadi, artinya untuk menjadi cemerlang tiap hari, Anda harus sepenuhnnya sadar apa yang terjadi di bawah sini, di tingkat fisiologi dan emosi. Tidak cuma menyadarinya, tapi juga menguasainya. Karena kebanyakan dari kita tidak menguasai tahap tersebut. Kenyataannya, hanya segelintir orang yang menguasai hal ini dari dalam. Bahkan orang-orang yang sangat terlatih dalam menata tingkah laku pun ... belum bisa menguasainya. Inilah sumber kecemerlangan Anda.
Bila Anda bisa menguasai semuanya, Anda dapat menghasilkan prestasi terbaik setiap hari. Lalu bagaimana caranya? Pertama-tama, aspek fisiologi manakah yang akan kita mulai, karena ada begitu banyak sinyal, dari mana kita akan mulai? Kita akan mulai dari satu sinyal spesifik, yaitu sinyal elektrik jantung Anda. Denyut jantung Anda. Jantung Anda berdenyut, “ping, ping, ping, ping.”
Jadi, “ping” adalah denyut jantung dan ini menyebabkan lonjakan elektris. Anda bisa mengukur jeda waktu antar denyut jantung. Dan jeda waktu antara tiap denyut beragam dari waktu ke waktu. Jika kita mengamati denyut jantung dari waktu ke waktu, kita akan tahu bahwa denyut jantung kita fluktuatif seperti ini. Dan jika Anda pergi ke dokter... dokter akan mengukur denyut nadi dan mengatakan denyut nadi rata-rata adalah 70. Tapi dalam menentukan nilai rata-rata, dia mengabaikan semua variasi. Tapi justru variasi itulah yang penting. Dengan sekedar mengambil nilai rata-rata, Anda akan kehilangan segala data penting. Jadi kuncinya adalah pada variasi, atau yang disebut variasi denyut jantung. Variasi denyut jantung adalah kunci karena tiga alasan. Pertama, itu memprediksi kematian. Jika saya mengukur variasi denyut jantung Anda dalam 24 jam, saya bisa tahu kapan Anda akan meninggal... Alasan lainnya adalah ... jika kita mengukur HRV (Heart Rate Variance) dalam 24 jam, Anda akan tahu seberapa besar energi Anda. Ini cukup menarik, karena kita butuh banyak energi. Tapi alasan sesungguhnya mengapa mereka tertarik adalah karena HRV mengubah fungsi otak.
Jadi saat saya memberi Anda tekanan, yang sebenarnya terjadi adalah HRV Anda menjadi sangat kacau. Jadi, pada dasarnya otak Anda menerima sinyal dari jantung Anda melalui saraf, yang jika berada di bawah tekanan akan menjadi sangat kacau. Akibat dari kekacauan ini adalah fungsi lobus frontal Anda terhenti dan Anda akan memiliki lobotomi DIY (“Do It Yourself”) Di bawah tekanan, Anda melobotomi (bedah otak) Anda sendiri. Ini seperti Anda tiba-tiba menelan pil bodoh dan Anda menjadi seperti itu.
Jadi saya akan memperagakan sebuah demo langsung. Untuk menunjukkan betapa mudahnya menciptakan kekacauan dalam sistem biologi Anda, entah Anda menginginkannya atau tidak. Jadi, kita butuh sukarelawan untuk ini. Dan saya akan menunjukkan pada Anda cara menjadi cemerlang dengan memperlihatkan fisiologi Anda. Jadi, kita butuh sukarelawan untuk naik ke panggung. Yang akan kita lakukan hanyalah memasang klip kecil pada daun telinga Anda.
Terima kasih banyak. Beri tepuk tangan untuk menyemangatinya. Terima kasih, siapa nama Anda? Neil Nelson. Neil sangat baik. Dia sama sekali tak tahu apa yang akan kita lakukan terhadapnya. Dia sangat berani. Pertama-tama, kita harus memastikan Neil hidup. Apakah jantungnya berdenyut? Jadi Anda bisa melihat setiap kali jantungnya berdenyut, itu memompa darah ke telinganya dan telinganya memerah. Di antara setiap kontraksi, darahnya mengalir keluar dan telinganya memutih. Jadi, ketika Anda melihat orang yang duduk di samping Anda, sebenarnya Anda bisa melihat telinga mereka berkelip... Merah, putih, merah, putih. Sebenarnya Anda tidak bisa melihatnya, karena mata Anda tidak cukup sensitif. Tapi klip kecil di telinga Neil ini bisa melihatnya, kita bisa melihat berubahnya warna. Di sini merah, di sini putih. Di sini merah, di sini putih. Di sini merah, di sini putih. Inilah denyut jantung.
Jantungnya berdenyut... bum, bum, bum, bum, bum... Fungsi perangkat lunak ini adalah mengukur jeda waktu antar denyut. Berdasarkan jeda waktu antar denyut, dapat dihitung nilau rata-rata laju denyut jantung dan hasilnya 76. Dan alat ini menghitungnya lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi. Bisa Anda lihat laju denyut jantungnya sekitar 75 denyut tiap menit. Jadi, cukup rileks. Laju denyut jantung saat duduk di kursi biasanya sekitar 75 denyut per menit. Sebentar lagi kita akan memberinya sedikit tekanan... Mari kita lihat seberapa baik dia di bawah tekanan. Kita belum mulai, dan denyut jantungnya sudah melonjak sampai 90! Kita akan memberimu soal matematika. Seberapa bagus keahlian matematika Anda? Cukup bagus. Oh, dia cukup bagus. Berarti tidak ada masalah, kan? Jadi, dia pikir dia cukup bagus ... tapi denyut jantungnya keluar dari grafik dan kini dia kembali tenang. Anda bisa lihat banyak kekacauan yang terjadi dalam sistem tubuhnya sekarang. Jadi walaupun menurutnya “Saya bagus dalam hal ini,” itulah respons alami fisiologi terhadap tantangan. Anda memberi tekanan pada seseorang, fisiologinya... entah dia menghendakinya atau tidak... Anda lihat, dia mungkin kelihatan terkendali. Tapi tidak. Nyatanya, sayalah dalangnya. Entah dia ingin saya melakukannya atau tidak. Jadi, saat ini, ada sedikit ketidakpastian.
Laju denyut jantungnya sekitar 80. Sedikit lebih tinggi dari sebelumnya karena dia tak tahu apa yang akan terjadi. Mari kita lihat seberapa baik otaknya berfungsi di bawah tekanan. Mari kita lihat seberapa baik kemampuan matematikanya. Jadi, yang akan Anda lakukan adalah menghitungnya dengan kurangi tiga. Saya akan mulai dengan angka tertentu. Kurangi tiga dan beritahu tahu saya jawabannya. Kurangi lagi tiga dan kasih tahu saya jawabannya. Kurangilah lagi tiga, kasih tahu saya jawabannya. Demikian seterusnya, terus kurangi tiga tanpa kesalahan. Dan jika Anda membuat kesalahan, denda 50 poundsterling. Oke, jadi ada denda uang setiap kali ada kesalahan. Oke ... Kita akan menghitung mundur kurangi dengan tiga. Hanya menyebut 50 poundsterling, denyut jantungnya melonjak ke angka 120! Ada tekanan dalam sistem tubuhnya. Sekali lagi, saya hanya mengatakan kepadanya. Itu saja. Dan hanya dengan berkata begitu padanya, kekacauan fisiologis langsung terjadi dan itu akan mengirim sinyal dari jantung ke otak. Itu akan menghambat fungsi otaknya. Secepat mungkin tanpa membuat kesalahan. Kurangi tiga dimulai dari 300, mulai ... 300. Ayo ... lebih cepat ... 286, 275, 273 ... Beri tepuk tangan semuanya. Jadi yang Anda lihat adalah ketika saya mulai menginterupsi dengan jawaban yang salah, itu disebut gangguan pada korteks (selaput otak), atau fungsi lobus frontal terhenti.
Jadi dalam keadaan tertekan, lobus frontal tidak berfungsi untuk tugas yang paling sederhana sekalipun. Kurangi tiga dari angka tersebut... Itulah yang terjadi pada kita semua saat kita berada di bawah tekanan.
Otak kita memang terancang seperti itu, jadi salah satu hal yang harus Anda pelajari adalah menguasai tahap fisiologi tersebut dan beralih dari sinyal yang semrawut ke sinyal yang koheren (teratur). Jadi yang membuat otak berfungsi dengan baik adalah kemampuan menghasilkan sinyal yang koheren. Jadi (memang) ada variasi, tapi stabil, bukan fluktuatif yang sifatnya acak. Itulah sumber kecemerlangan Anda. Terima kasih banyak.
***
Catatan: Transkrip ini diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia demi kemudahan untuk para pembaca.
Video asli berjudul: “Being Brilliant Every Single Day” oleh Dr. Alan Watkins - TEDx Portsmouth. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=fRItG9G1rb4
Bersambung ke Bagian II ....






