Teks Topikal

Ketika Sepatu Pas, Kaki Terlupakan (When the Shoe Fits ...)

Chuang Tzu
Chu’i the draftsman
Could draw more perfect circles freehand
Than with a compass.

      Sastrawan Ch’ui
      Dengan bebas membuat lingkaran sempurna
      Daripada menggunakan jangka.

His fingers brought forth
Spontaneous forms from nowhere.
His mind was meanwhile free and without concern
With what he was doing.

      Jari-jarinya menciptakan bentuk dengan sendirinya
      Pikirannya bebas, tanpa memikirkan
      Apa yang sedang ia lakukan.

No application was needed,
His mind was perfectly simple
And knew no obstacle.

      Tanpa dipaksakan
      Pikirannya sepenuhnya jernih
      Dan tanpa kendala.

So, when the shoe fits,
The foot is forgotten;
When the belt fits,
The waist is forgotten
And when the heart is right,
‘For’ and ‘against’ are forgotten.

      Jadi ketika sepatu pas
      Kaki terlupakan,
      Ketika sabuk pas
      Pinggang terlupakan,
      Ketika hati pas,
      “Keinginan” dan “penolakan” terlupakan.

No drives, no compulsions,
No needs, no attractions:
Then your affairs
Are under control.
You are a free man.

      Tanpa dorongan, tanpa paksaan,
      Tanpa kebutuhan, tanpa ketertarikan:
      Maka semua yang dilakukan
      Tanpa hambatan
      Engkau orang yang bebas.

Easy is right.
Begin right and you are easy.
Continue easy and you are right.
The right way to go easy
Is to forget the right way
And forget that the going is easy.

      Sederhana itu tepat.
      Jika dimulai dengan tepat, maka akan mudah.
      Selalu dengan kesederhanaan, maka akan benar.
      Cara tepat untuk sederhana
      Jangan hiraukan ketepatan
      Dan lupakan kemudahan.


Untuk belabar tanggal 8-14 September, 2010 di Graha Meditasi Jhana Manggala.
Potowa Center. September 2010.

Baca Lebih Lanjut