You’re a bodhisattva, I’m a bodhisattva; actually, anyone who directs their attention, their life, to practicing the way of life of a buddha is a bodhisattva.
We read about Kannon Bosatsu (Avalokiteshvara Bodhisattva) or Monju Bosatsu (Manjushri Bodhisattva), and these are great bodhisattvas, but we, too, have to have confidence or faith that we are also bodhisattvas.
Most people live by their desires or karma. That’s what the expression ‘gossho no bompu’ means. Gossho are the obstructions to practicing the Way caused by our evil actions in the past. Bompu simply means ordinary human being—that is, one who lives by karma. Our actions are dictated by our karma: We are born into this world with our desires and may live our lives just by reacting or responding to them. In contrast is ‘gansho no bosatsu’, or, a bodhisattva who lives by Vow.
The life that flows through each of us and through everything around us is actually all connected. To say that, of course, means that who I really am cannot be separated from all the things that surround me. Or, to put it another way, all sentient beings have their existence and live within my life. So needless to say, that includes even the fate of all mankind—that, too, lies within me.
Therefore, just how mankind might truly live out its life becomes what I aim at as my direction.
This aiming or living while moving in a certain direction is what is meant by Vow.
In other words, it is the motivation for living that is different for a bodhisattva.
Ordinary people live thinking only about their own personal, narrow circumstances connected with their desires. In contrast to that, a bodhisattva, though undeniably still an ordinary human being like everyone else, lives by vow.
Because of that, the significance of his or her life is not the same. For us as bodhisattvas, all aspects of life, including the fate of humanity itself, live within us. It is with this in mind that we work to discover and manifest the most vital and alive posture that we can take in living out our life…
***
Bahasa Indonesia:
Seorang bodhisatwa adalah orang biasa yang mengambil jalan hidup yang mengarah pada kebuddhaan.
Anda adalah bodhisatwa, saya adalah bodhisatwa. Sesungguhnya, siapa pun yang mengarahkan perhatian dan hidup mereka untuk mempraktikkan cara hidup seorang Buddha adalah bodhisatwa.
Mungkin kita membaca tentang Kannon Bosatsu (Bodhisatwa Avalokiteshvara) atau Monju Bosatsu (Bodhisatwa Manjushri) – mereka adalah maha bodhisatwa, tetapi kita juga harus mempunyai kepercayaan diri atau keyakinan bahwa kita juga bodhisatwa.
Kebanyakan orang hidupnya didasari keinginan atau karma. Itulah arti dari ungkapan ‘gossho no bompu’. Gossho adalah rintangan-rintangan dalam mempraktikkan Jalan yang disebabkan oleh perbuatan negatif kita di masa lalu. Bompu artinya manusia biasa, yaitu, orang yang hidupnya didasari karma. Perbuatan kita dipaksakan oleh karma kita: kita dilahirkan di alam ini dengan keinginan-keinginan, dan kita mungkin menjalani hidup ini semata-mata hanya bereaksi atau merespons terhadap itu. Sebaliknya, ‘gansho no bosatsu’ atau seorang bodhisatwa, hidupnya didasari tekad (pranidhana).
Hidup yang mengalir melewati setiap dari kita dan melewati segala sesuatu di sekitar kita, sebetulnya semuanya saling terkait. Untuk mengatakan seperti itu, tentunya berarti siapa saya sebenarnya, tak dapat dipisahkan dari semua hal di sekeliling saya. Dengan kata lain, semua makhluk hidup, keberadaannya dan hidup di dalam hidup saya. Jadi tak perlu lagi dikatakan termasuk kehidupan seluruh umat manusia — itu juga hidup di dalam diri saya.
Oleh karena itu, bagaimana umat manusia benar-benar menjalani hidup mereka, akan menjadi apa yang saya tuju sebagai arah hidup saya.
Sasaran atau hidup seperti ini sambil mengarah pada tujuan tertentu, itulah yang dimaksud hidup didasari tekad.
Dengan kata lain, motivasi dalam hidup itulah yang berbeda bagi seorang bodhisatwa.
Orang-orang biasa hidupnya hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, situasi-situasi picik yang berhubungan dengan keinginan-keinginan mereka. Sebaliknya seorang bodhisatwa, meskipun tak terpungkiri adalah manusia biasa seperti orang-orang lainnya, tapi hidupnya didasari tekad.
Oleh karena itu, arti hidup bagi seorang bodhisatwa tidaklah sama. Untuk kita yang hidup sebagai bodhisatwa – semua aspek kehidupan termasuk kehidupan umat manusia itu sendiri – hidup dalam diri kita. Dengan pemikiran seperti itulah, kita berkiprah untuk menemukan dan mewujudkan sepak terjang yang paling penting dan paling hidup yang dapat kita lakukan dalam menjalani hidup kita …
***
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Januari 2019.






