The situation is very different when we feel primarily concerned with others and bear in mind that they are so numerous that, in comparison, our own personal concerns are negligible. If on top of that our desire is to remove their suffering, we will not get discouraged. It will give us more courage and determination, in contrast to self-pity, which depresses us and reduces our courage.
Bahasa Indonesia:
Ketika kita terus memikirkan “Aku! Aku! Aku!” dan hanya berbicara tentang diri sendiri, kita begitu mengecilkan ukuran dunia yang ingin kita jadikan sebagai milik kita. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam lingkup egoisme yang sempit sangat memengaruhi kita, dan tentunya akan mengganggu kedamaian hati kita.
Situasinya sangat berbeda ketika kita lebih mengutamakan kepentingan orang/makhluk lain. Mencamkan dalam pikiran bahwa jumlah mereka begitu banyak sehingga jika dibandingkan, kepentingan pribadi kita sendiri dapat diabaikan. Selain itu, jika keinginan kita adalah untuk menghilangkan penderitaan mereka, kita tidak akan berkecil hati. Itu akan membuat kita lebih berani dan lebih tangguh. Lain halnya dengan sikap mengasihani diri sendiri yang membuat kita tertekan dan kurang berani.
***
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.
Januari 2019.






