Teks Topikal

Surat Untaian Permata Tanpa Noda (A Letter Garland of Stainless Gems) [Skt: Vimala-ratna-lekha-nama] Tib: Dri-ma-med-pai-rin-po-chei-phring-yig

Sujud kepada Guru-Guru spiritual.
Sujud kepada Arya Tara.

1.
Hormat kepada (Raja) Niryaphala,
Yang lahir di Mahaghati.
Agar beliau berjuang supaya Buddhadharma tumbuh berkembang
Dan agar beliau menggunakan Dharma sebagai panduan dalam menjalankan kerajaannya.

2.
Wahai yang perkasa, kini engkau telah memperoleh kejayaan agung
Dan bagaikan dewa di bumi.
Ini dikarenakan di kehidupan lampau
Engkau sudah sangat terbiasa dengan praktik spiritual
Seperti berdana, sepuluh tindakan bajik, purifikasi, kshanti, dan virya.

3.
Dengan penuh hormat, camkanlah di benakmu
Ajaran Dharma, gunakanlah sebagai pedoman hidupmu
Ajaran-ajaran lisan dari para Guru
Serta kata-kata sutra dan shastra (ulasan).
Ini akan bermanfaat bagi dirimu dan makhluk lain.

4.
Tinggalkan keengganan
Dan praktikkan Dharma dengan berani.
Tidur secukupnya, tinggalkan sikap apatis dan kemalasan
Dan jalankanlah dengan penuh semangat.

5.
Jagalah gerbang-gerbang pengalaman (indrawi)
Dengan penuh perhatian, kesiagaan, dan kewaspadaan.
Tiga kali sehari dan semalam.
Amati arus pikiranmu.

6.
Jadilah seperti mata yang selalu mengawasi kesalahanmu sendiri
Namun terhadap kesalahan orang lain jadilah seperti orang buta.
Tanpa keangkuhan dan kesombongan,
Senantiasa kontemplasikan makna shunyata dan anatnam.

7.
Akuilah terus terang kesalahanmu sendiri kepada orang lain
Dan jangan mempermasalahkan kesalahan orang lain.
Ketika membicarakan orang lain, sebutkan kualitas-kualitas baik mereka;
Dan sembunyikanlah pencapaianmu.

8.
Hindari keterikatan ketika mendapatkan sesuatu dan penghormatan,
Tinggalkan harapan untuk memperoleh ketenaran.
Tumbuhkembangkan metta dan karuna
Dan kukuhkan bodhicitta, aspirasi altruistik Penggugahan.

9.
Hindari sepuluh tindakan negatif (akushala-karma)
Dan bersemayamlah dalam keyakinan yang teguh.
Miliki sedikit kebutuhan, merasa puas dengan apa yang ada
Dan senantiasa balaslah kebaikan yang engkau terima.

10.
Hindari kemarahan dan kesombongan,
Senantiasa pertahankan sikap rendah hati.
Tinggalkan cara-cara hidup yang keliru
Dan dedikasikan dirimu pada kehidupan spiritual.

11.
Tinggalkan sepenuhnya semua objek ketertarikan
Dan perkayalah dengan permata-permata pengalaman spiritual,
Hindari kegiatan sosialisasi yang tidak banyak gunanya
Dan hiduplah dengan tenang dalam penyendirian.

12.
Hindari percakapan yang tak berarti
Dan selalu waspadai ucapanmu.
Kapanpun engkau bertemu dengan Gurumu atau Acarya penabhismu
Bersikaplah penuh hormat.

13.
Terhadap mereka yang tinggi realisasi spiritualnya,
Para praktisi yang memiliki mata pengetahuan
Dan bahkan mereka yang masih pemula perkembangan spiritualnya,
Bangkitkan sikap untuk melihat mereka sebagai Guru.

14.
Ketika bertemu dengan makhluk manapun
Yang terjangkit duhkha,
Bangkitkan Bodhicitta
Dan perlakukan mereka dengan penuh kasih
Sebagaimana orang tua terhadap anak satu-satunya.

15.
Hindari kegiatan-kegiatan yang semata-mata duniawi
Dan senantiasa tumbuhkembangkan samadhi.
Jauhi orang-orang yang menyesatkan
Dan andalkan Guru-Guru spiritual.

16.
Namun ketika engkau melihat biksu-biksu yang gagal menjalankan sila,
Orang-orang yang lemah dalam praktik (Dharma)
Dan mereka yang hidup dalam kejahatan,
Janganlah tak berwelas asih terhadap mereka.

17.
Tapi, jangan tinggal lebih dari tiga hari
Dengan Guru yang tidak bajik atau teman yang hidup memanjakan diri,
Atau mereka yang tidak menghormati para Guru,
Triratna, kepala vihara, dan para Acharya,
Atau mereka yang tidak menghargai kebajikan.

18.
Juga tidak seharusnya engkau tinggal lebih dari tiga hari dengan
Mereka yang hanya memikirkan kehidupan ini saja
Atau mereka yang tidak tertarik pada praktik (Dharma).
Hindari kemarahan dan ketidakpuasan
Dan bertindaklah membawa kebahagiaan untuk makhluk lain.

19.
Hilangkan kebiasaan mencengkeram pada sesuatu
Dan hiduplah bebas dari ketertarikan.
Dengan adanya ketertarikan, tidak mungkin kebahagiaan tumbuh berkembang.
Itu menghalangi hidup dalam pembebasan.

20.
Berusahalah selalu
Dekat dengan Guru spiritual.
Andalkan Guru-Guru spiritual
Dan senantiasa bacalah sutra-sutra.

21.
Apa pun yang dikerjakan terlebih dahulu
Seyogianya diselesaikan dulu
Sebelum berlanjut ke hal lainnya.
Jika tidak, tak ada yang terselesaikan.

22.
Akui terus-terang kegagalan spiritualmu
Dan berjuanglah untuk membangkitkan virya.
Sebisa mungkin hiduplah selaras dengan konvensi-konvensi dunia
Dan lindungilah orang lain dari celaka.

23.
Ketika pikiran menjadi sombong,
Kikislah kesombongan dengan kerendahan hati.
Ketika pikiran tidak waspada,
Ingatlah kembali sila-sila dari para Guru.

24.
Kapan pun pikiran terasa loyo
Bangkitkan dan kobarkan semangat.
Tumbuhkan sati akan Prajnaparamita
Dan redakan segala proyeksi mental.

25.
Ketika objek ketertarikan atau penolakan muncul,
Lihatlah itu seperti penampakan ilusi.
Ketika engkau mendengar kata-kata yang tak menyenangkan,
Anggaplah itu sebagai gema di dalam gua.

26.
Ketika muncul
Kesulitan-kesulitan fisik
Anggaplah itu sebagai konsekuensi
Dari tindakan (karma) lampaumu sendiri.

27.
Tinggallah di tempat yang tenang dan jauh dari
Batas-batas kota dan kota besar,
Seperti bangkai hewan yang tak bertuan.
Sunyikan dirimu dalam kehidupan yang damai,
Tanpa nama dan tak dikenal orang-orang.

28.
Kukuhkan praktik yoga Istadevata.
Kapan pun muncul keinginan, pikiran menyakiti,
Kantuk, ketumpulan pikiran, kemalasan, atau sikap apatis,
Tujukan kesalahan pada dirimu sendiri
Dan ingatlah intisari dari praktik.

29.
Kontemplasikan anitya dan kematian.
Ketika bersama orang lain,
Bicaralah dengan tenang, cerdas
Dan penuh ketulusan.

30.
Hindari hinaan, ekspresi yang tak menyenangkan
Dan selalu tersenyum.
Tidak mementingkan diri sendiri, bersuka cita dalam kemurahan hati,
Senantiasa bebas dari iri hati.

31.
Peka terhadap perasaan orang lain dan hindari semua konflik.
Jangan berpura-pura dalam pertemanan atau menjadi teman yang plin-plan.
Tetap konsisten dan teguh,
Selalu bersabar terhadap orang lain.

32.
Hiduplah sederhana dan bersahaja.
Selalu menganggap dirimu sebagai yang terendah
Bersama semua orang, jadilah seperti pelayan mereka.
Tumbuhkembangkan kemuliaan dan kerendahan hati,
Dan upayakan rasa respek dari orang lain timbul.

33.
Jagalah sila-sila dengan baik
Hindari menganggap remeh orang lain
Dan hargailah mereka.
Ketika membabarkan ajaran kepada orang lain,
Milikilah hati welas asih yang altruistik.

34.
Hormati ajaran agung Penggugahan
Dan jangan pernah tinggalkan ajaran.
Hormati Triratna
Dan kontemplasikan sifat shunya dari
Subjek, objek, dan tindakan.

35.
Tiga kali sehari dan semalam.
Tumbuhkembangkan welas asih
Dan lafalkan Sutra Tiga Bagian
Yang juga dikenal sebagai Tujuh Persembahan.

36.
Persembahkan doa-doa yang ekstensif
Untuk menghilangkan penderitaan-penderitaan di dunia,
Agar para makhluk dapat menjadi matang secara spiritual
Dan merealisasi Penggugahan.
Dedikasikanlah seluruhnya demi Penggugahan Sempurna.

37.
Kebulatan tekad dalam praktik
Seyogianya berpandangan dari segi tak terbatasnya rentang waktu.
Dengan menerapkan cara ini,
Kedua pengumpulan akan terhimpun.

38.
Kita telah memperoleh kelahiran yang bermakna sebagai manusia
Mampu merealisasi Penggugahan dalam satu masa kehidupan,
Mampu memenuhi tujuan diri sendiri dan makhluk lain
Dan mencapai dua keagungan Buddha.

39.
Meskipun burung tekukur berkicau paling indah di musim semi,
Burung merak tidak sungkan berkicau dengan suara yang kurang indah.
Begitu pula, meskipun ada banyak ajaran dari berbagai Guru,
Saya menuliskan ini untukmu, oh Raja, agar ini dapat membantu untuk menghilangkan segala kebingungan.

40.
Kontemplasikan makna nasihat ini yang ditulis dengan motivasi untuk memberi manfaat.
Silakan meneruskannya kepada orang lain yang mungkin tertarik.
Senantiasa tumbuhkembangkan Enam Keagungan Besar,
Jagalah sila dengan murni.
Jagalah kerajaanmu sebagaimana dianjurkan dalam kitab-kitab ajaran,
Dan oh Raja, mohon maafkan kelancangan hamba.

Kolofon:
Surat Untaian Permata Tanpa Noda” ditulis dalam 40 bait oleh Maha-strivira Dipamkara Shrijnana untuk Raja Nirya-phala. Di saat yang sama, diterjemahkan ke Bahasa Tibet oleh Guru Dipamkara sendiri bersama biksu penerjemah Tsul-trim Gyal-wa.

***
Sumber: ‘Atisha and Buddhism in Tibet,’ compiled and translated by Doboom Tulku and Glenn H. Mullin. Publisher: Tibet House, New Delhi.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.

Desember 2015.

Baca Lebih Lanjut

Surat Untaian Permata Tanpa Noda (A Letter Garland of Stainless Gems) [Skt: Vimala-ratna-lekha-nama] Tib: Dri-ma-med-pai-rin-po-chei-phring-yig | Potowa Dharma Center