Tindakan-tindakan bajik yang terkumpul selama ribuan kalpa
Seperti tindakan kemurahan hati (Dana Paramita)
Atau melakukan persembahan kepada para Buddha:
Semuanya hancur seketika dikarenakan satu momen kemarahan.
2.
Tiada hal negatif yang menyamai kemarahan,
Dan tiada tapa yang menyamai kshanti.
Oleh karena itu, berupayalah dalam berbagai cara,
Untuk mempraktikkan kshanti dengan giat dan tekun.
3.
Mereka yang tersiksa oleh api kemarahan
Tak akan pernah merasakan kedamaian citta.
Kebahagiaan dan kesenangan terasa terasing.
Tidur tak lelap dan tidak merasa tenang.
7.
Mengalami hal-hal yang tidak saya inginkan,
Terpisah dari apa yang saya inginkan,
Di situlah citta-ku mendapatkan bahan bakar ketidakbahagiaan,
Dari situlah kemarahan muncul dan menghancurkan saya.
8.
Oleh karena itu, akan saya hancurkan sepenuhnya
Bahan bakar dari musuhku ini,
Musuh yang tujuan satu-satunya adalah
Membawa duhkha bagi saya.
9.
Apa pun yang terjadi,
Saya tak akan pernah mengusik kegembiraan citta saya;
Depresi tak pernah membawa apa yang saya inginkan;
Dan kebajikan saya akan merosot dan hancur olehnya.
10.
Jika ada sesuatu yang dapat dilakukan ketika masalah muncul,
Mengapa harus marah?
Jika tidak ada yang bisa dilakukan,
Apa gunanya marah?
22.
Saya tidak marah pada cairan empedu dan cairan tubuh lainnya,
Yang merupakan sumber penderitaan dan duhkha.
Lalu mengapa marah terhadap para makhluk,
Yang juga adalah korban dari kondisi-kondisi tersebut?
24.
Tanpa berpikir, ‘Sekarang saya akan marah,’
Orang-orang tersulut oleh kemarahan begitu saja,
Begitu pula, rasa kesal muncul begitu saja
Walaupun tak pernah direncanakan (untuk dialami).
25.
Segala bentuk tindakan negatif
Setiap tindakan yang melukai:
Semuanya disebabkan oleh kondisi-kondisi;
Tiada yang berdiri sendiri atau terjadi secara spontan.
26.
Namun, kondisi-kondisi ini
Tidak bertujuan untuk memunculkan sesuatu;
Dan karena itu, apa pun yang terbentuk,
Tanpa maksud, tidak memiliki tujuan demikian.
47.
Karena tindakan-tindakan negatif saya sendiri,
Mereka yang menyakiti saya, hadir untuk melawan saya:
(Jika) mereka terjatuh ke alam neraka,
Bukankah saya yang mencelakakan mereka?
74.
Demi memenuhi keinginan-keinginan saya,
Ribuan kali saya telah mengalami api-api
Dan penderitaan lainnnya dari neraka;
Tanpa membawa manfaat apa pun bagi diri sendiri maupun makhluk lain.
75.
Penderitaan yang dialami sekarang tidaklah seberapa dibandingkan dengan (penderitaan neraka),
Sebaliknya, banyak manfaat besar yang dapat diperoleh.
(Jika) penderitaan ini akan menghilangkan permasalahan semua makhluk:
Seyogianya saya bergembira.
90.
Bualan dari pujian dan ketenaran,
Tak akan menambah potensi positif (punya) maupun memperpanjang rentang kehidupan;
Tak akan membawa kesehatan atau meningkatkan kekuatan tubuh,
Itu tak berkontribusi apa pun terhadap kesehatan tubuh.
98.
Pujian dan komplimen mengusik saya,
Dan melemahkan tekad pengentasan diri dari samsara:
Saya iri hati terhadap kualitas-kualitas baik orang lain
Dan menghancurkan semua hal yang baik.
99.
Oleh karena itu, mereka yang dekat dengan saya
Yang menghancurkan nama baik dan mengempiskan kesombongan saya,
Bukankah mereka adalah pelindung yang menyelamatkan saya
Dari terjatuh ke alam-alam rendah?
101.
Mereka yang menghadang saya,
Dari terjatuh dalam penderitaan,
Adalah bagaikan inspirasi para Buddha:
Bagaimana saya bisa marah pada mereka?
102.
Seyogianya kita tidak marah, dengan berkata:
‘Mereka menghalangi kebajikan saya,’
Kshanti adalah tapa yang tiada bandingnya,
Dan bukankah ini jalan yang saya pilih?
107.
Bagaikan harta karun yang ditemukan di rumah,
Memperkaya saya tanpa habis-habisnya,
Para musuh membantu saya dalam sepak terjang Bodhisattva,
Seyogianya saya berbahagia atas keberadaan mereka.
***
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.
Revisi: Oktober 2015.






