Kemudian Bhagavan meninggalkan jalan, duduk di bawah pohon sambil menyilangkan kaki, menegakkan tubuh beliau, dengan sati (perhatian penuh) yang telah dikembangkan dengan mantap. Kemudian Dona, mengikuti jejak kaki Bhagavan, melihat beliau duduk di bawah pohon: penuh percaya diri, menimbulkan keyakinan, indra-indra beliau tenang, citta beliau tenang, telah mencapai pengendalian dan ketenangan tertinggi, tenang, terjaga, indra-indra beliau terkendali, bagaikan naga. Melihat beliau, ia mendekati beliau dan berkata, "Guru, apakah Anda seorang dewa?" "Bukan, Brahmana, saya bukan dewa."
"Apakah Anda gandhabba?" "Bukan..."
"... yakkha?" "Bukan..."
"... manusia?" "Bukan, Brahmana, saya bukan manusia."
"Ketika ditanya, 'Apakah Anda dewa?' Anda menjawab, 'Bukan, Brahmana, saya bukan dewa.' Ketika ditanya, 'Apakah Anda gandhabba?' Anda menjawab, 'Bukan, Brahmana, saya bukan gandhabba.' Ketika ditanya, 'Apakah Anda yakkha?' Anda menjawab, 'Bukan, Brahmana, saya bukan yakkha.' Ketika ditanya, 'Apakah Anda manusia?' Anda menjawab, 'Bukan, Brahmana, saya bukan manusia.' Lalu makhluk apakah Anda?"
"Brahmana, kondisi-kondisi yang menyebabkan saya sebagai dewa, telah saya atasi. Telah saya tinggalkan, akar-akarnya telah dihancurkan, bagaikan pohon palem yang telah dipotong, yang tak lagi memiliki kondisi-kondisi untuk berkembang, tak akan lagi muncul di masa mendatang. Kondisi-kondisi yang menyebabkan saya sebagai gandhabba ... yakkha ... manusia, telah saya atasi. Telah saya tinggalkan, akar-akarnya telah dihancurkan, bagaikan pohon palem yang telah dipotong, yang tak lagi memiliki kondisi-kondisi untuk berkembang, tak akan lagi muncul di masa mendatang.
"Bagaikan teratai merah, biru, atau putih - yang muncul dari dalam air, tumbuh di air, keluar di atas permukaan air - tak dikotori oleh air, begitu pula saya - lahir di dunia, tumbuh di dunia, telah mengatasi dunia - hidup tanpa dikotori oleh dunia. Ingatlah saya, Brahmana sebagai 'Yang Telah Tergugah.'
"Kondisi-kondisi yang menyebabkan
Saya terlahir sebagai dewa,
Atau gandhabba di angkasa,
Atau sebagai yakkha dan manusia:
Telah saya hancurkan,
Musnahkan, batangnya telah dipotong.
Bagaikan teratai biru, keluar dari permukaan air,
Tak dikotori oleh air,
Begitu pula Brahmana
Saya tak terkotori oleh dunia,
Saya telah Tergugah."
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Mei 2011.






