Para bhikkhu, saya tidak mengatakan bahwa direalisasinya jnana terjadi sekaligus. Namun jnana direalisasi setelah latihan bertahap, praktik bertahap, dijalankan secara bertahap. Dan bagaimana jnana direalisasi setelah latihan bertahap, praktik bertahap, dijalankan secara bertahap? Ada keadaan di mana setelah keyakinan muncul, seseorang mencari (seorang guru). Setelah bertemu guru, dia menjadi dekat. Setelah menjadi dekat, dia mau mendengarkan. Setelah mendengarkan, dia mendengarkan Dhamma. Setelah mendengarkan Dhamma, dia mengingatnya. Setelah mengingat Dhamma, dia menyidik makna ajaran-ajaran tersebut. Setelah menyidik maknanya, dia menerimanya. Setelah menerimanya, muncullah minat. Dengan munculnya minat, muncullah kemauan. Dengan adanya kemauan, dia mengontemplasikannya. Setelah mengontemplasikannya, dia berupaya. Setelah berupaya, melalui tubuhnya dia merealisasi kenyataan terdalam, dan setelah menembus dengan panna, dia melihat secara langsung.
…
***
Sumber: "Kitagiri Sutta: At Kitagiri" (MN 70), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight (Legacy Edition), 30 November 2013, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/mn/mn.070.than.html.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.
Juli 2015.






