“Mereka yang merasakan sati terhadap tubuh, merasakan ketanpamatian (amata)."
"Para bhikkhu, ketanpamatian tidak dirasakan oleh mereka yang tidak merasakan i>sati terhadap tubuh."
Ketanpamatian dirasakan oleh mereka yang merasakan sati terhadap tubuh.
"Para bhikkhu, mereka yang telah meninggalkan sati terhadap tubuh, meninggalkan ketanpamatian.”
“Mereka yang tidak meninggalkan sati terhadap tubuh, tidak meninggalkan ketanpamatian.”
"Para bhikkhu, mereka yang telah mengabaikan sati terhadap tubuh, mengabaikan ketanpamatian.”
“Mereka yang mempraktikkan sati terhadap tubuh, mempraktikkan ketanpamatian.”
"Para bhikkhu, mereka yang mawas mengenai sati terhadap tubuh, mawas terhadap ketanpamatian."
“Mereka yang tidak mawas mengenai sati terhadap tubuh, tidak mawas terhadap ketanpamatian."
"Para bhikkhu, mereka yang melupakan sati terhadap tubuh, melupakan ketanpamatian."
“Mereka yang tidak melupakan sati terhadap tubuh, tidak melupakan ketanpamatian."
"Para bhikkhu, mereka yang tidak menjalani sati terhadap tubuh, tidak menjalani ketanpamatian."
“Mereka yang menjalani sati terhadap tubuh, menjalani ketanpamatian."
"Para bhikkhu, mereka yang tidak mengembangkan sati terhadap tubuh, tidak mengembangkan ketanpamatian."
“Mereka yang mengembangkan sati terhadap tubuh, mengembangkan ketanpamatian."
"Para bhikkhu, mereka yang tidak menumbuhkan sati terhadap tubuh, tidak menumbuhkan ketanpamatian."
“Mereka yang menumbuhkan sati terhadap tubuh, menumbuhkan ketanpamatian."
"Para bhikkhu, mereka yang tidak mengetahui secara langsung sati terhadap tubuh, tidak mengetahui secara langsung ketanpamatian."
“Mereka yang mengetahui secara langsung sati terhadap tubuh, mengetahui secara langsung ketanpamatian."
"Para bhikkhu, mereka yang tidak sepenuhnya mengerti sati terhadap tubuh, tidak sepenuhnya mengerti ketanpamatian."
“Mereka yang telah sepenuhnya mengerti sati terhadap tubuh, sepenuhnya mengerti ketanpamatian."
"Para bhikkhu, mereka yang tidak mengalami sati terhadap tubuh, tidak mengalami ketanpamatian."
“Mereka yang mengalami sati terhadap tubuh, mengalami ketanpamatian."
***
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Maret 2015.






