“Guru Gotama, dikatakan bahwa ‘Nibbana bisa dirasakan dan dikenali seketika, di sini dan saat ini (sanditthikam). Guru Gotama, bagaimana Nibbana bisa dirasakan dan dikenali seketika, di sini dan saat ini (sanditthikam), secara langsung (akalikam), dapat dialami dan dilihat sendiri (ehipassikam), praktis untuk diterapkan dan dijalankan (opaneyyikam), sebagaimana diketahui dan dialami oleh mereka yang tahu dan mengerti (paccatam veditabbam vinuhiti)?”
“Brahmana, ketika seseorang terpikat oleh ketertarikan (raga), dicengkeram oleh penolakan (dosa), bingung oleh delusi (moha), diliputi dan dikuasai oleh moha, maka dia mencelakai dirinya sendiri, orang lain, maupun keduanya; dan dalam citta-nya dia mengalami penderitaan dan kepedihan. Namun ketika raga, dosa dan moha telah ditinggalkan, dia tidak mencelakai dirinya sendiri, orang lain, maupun keduanya; dan dalam citta-nya dia tidak mengalami penderitaan dan kepedihan. Dengan demikian, Brahmana, Nibbana bisa dirasakan dan dikenali seketika, di sini dan saat ini, secara langsung, dapat dialami dan dilihat sendiri, praktis untuk diterapkan dan dijalankan, sebagaimana diketahui dan dialami oleh mereka yang tahu dan mengerti.”
“Brahmana, karena dia mengalami hilangnya secara menyeluruh raga, dosa dan moha, dengan demikian, Nibbana bisa dirasakan dan dikenali seketika, di sini dan saat ini, secara langsung, dapat dialami dan dilihat sendiri, praktis untuk diterapkan dan dijalankan, sebagaimana diketahui dan dialami oleh mereka yang tahu dan mengerti.”
***
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. April 2014.






