Sutta Pali

Sutta Sigalovada: Nasihat Buddha Kepada Sigalaka (Sigalovada Sutta: The Buddha's Advice to Sigalaka) [Digha Nikaya 31]

...

“Anak muda, ketahuilah ada empat jenis teman yang berhati baik: teman yang suka menolong, teman setia yang selalu bersama saat senang dan susah, teman yang bijak, dan teman yang berwelas asih.”

“Teman yang suka menolong dapat dikenal melalui empat hal: melindungimu saat engkau rapuh, dan juga melindungi kekayaanmu; menjadi tempat berlindung saat engkau ketakutan, dan dalam berbagai hal memberikan lebih dari yang dibutuhkan.”

“Teman setia dapat dikenal melalui empat hal: menceritakan rahasia-rahasia kepadamu, menjaga rahasiamu sendiri dengan baik, tidak meninggalkanmu ketika engkau dalam kesulitan, dan bahkan rela mengorbankan nyawanya untukmu.”

“Teman yang bijak dapat dikenal melalui empat hal: mencegahmu melakukan tindakan yang keliru, membimbingmu pada tindakan yang baik, memberitahumu apa yang seharusnya engkau ketahui, dan menunjukkanmu jalan kebajikan.”

“Teman yang berwelas asih dapat dikenal melalui empat hal: tidak bergembira atas kesulitanmu, bersuka cita atas kebahagiaanmu, mencegah orang lain membicarakan hal-hal yang tidak baik mengenaimu, dan mendorong orang lain memuji kualitas baikmu.”

Itulah yang dikatakan Buddha.
Dengan meringkasnya dalam bait, Guru Agung berkata:

“Teman yang suka menolong,
Teman setia yang selalu bersama saat senang dan susah,
Teman yang memberikan nasihat baik,
Dan teman yang berwelas asih;

Keempatnya adalah teman sesungguhnya,
Orang bijak mengetahui hal ini
Dan menjaganya dengan hati-hati,
Seperti seorang ibu terhadap anaknya.

Orang bijak yang memiliki kebajikan
Bersinar seperti api yang berkobar,
Kekayaannya bertambah terus-menerus tanpa merugikan dan memeras orang lain
Bagaikan lebah yang mengumpulkan madu tanpa merusak bunga
Dan menumpuknya seperti bukit semut.
Dengan terkumpulnya kekayaan, kehidupan berumah tangganya layak dan nyaman
Persahabatan yang sesungguhnya pun terbentuk.

Dengan membagi kekayaan menjadi empat bagian,
Satu bagian seyogianya untuk biaya hidup dan dinikmati;
Dua bagian untuk investasi dalam usaha;
Dan bagian keempat disimpan
Jika ada keadaan sulit di masa depan.”

***

Sumber: "Sigalovada Sutta: The Buddha's Advice to Sigalaka" (DN 31), translated from the Pali by John Kelly, Sue Sawyer, and Victoria Yareham. Access to Insight, 8 June 2010, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/dn/dn.31.0.ksw0.html.


Dikutip dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Juli 2013.

Baca Lebih Lanjut

Sutta Sigalovada: Nasihat Buddha Kepada Sigalaka (Sigalovada Sutta: The Buddha's Advice to Sigalaka) [Digha Nikaya 31] | Potowa Dharma Center