"Jivaka, seseorang yang mengandalkan Buddha, mengandalkan Dhamma dan mengandalkan Sangha bisa disebut upasaka/upasika."
"Dan bagaimana seseorang bisa disebut upasaka/upasika yang bajik?"
"Jivaka, seorang upasaka/upasika yang bajik adalah seseorang yang meninggalkan pembunuhan, pencurian, hubungan seks yang keliru, kebohongan, dan makanan atau minuman yang menyebabkan melemahnya kesadaran."
"Dan bagaimana seseorang bisa disebut upasaka/upasika yang menjalankan praktik demi dirinya sendiri namun bukan demi makhluk lain?"
"Jivaka, seorang upasaka/upasika yang dirinya mempunyai keyakinan namun tidak mendorong orang lain menumbuhkembangkan keyakinan; dirinya mempunyai kebajikan namun tidak mendorong orang lain menumbuhkembangkan kebajikan; dirinya mempunyai kemurahan hati namun tidak mendorong orang lain menumbuhkembangkan kemurahan hati; dirinya berkemauan menemui para bhikkhu namun tidak mendorong orang lain menemui para bhikkhu; dirinya berkeinginan mendengarkan Dhamma sejati namun tidak mendorong orang lain untuk mendengarkan Dhamma sejati; membiasakan dirinya mengingat Dhamma yang didengarnya namun tidak mendorong orang lain untuk mengingat Dhamma yang telah mereka dengar; dirinya menganalisa makna dari Dhamma yang didengarnya namun tidak mendorong orang lain untuk menganalisa makna dari Dhamma yang telah mereka dengar; dirinya mengetahui Dhamma dan maknanya, menjalankan Dhamma sesuai Dhamma, namun tidak mendorong orang lain untuk menjalankan Dhamma sesuai Dhamma: itulah seorang upasaka/upasika yang menjalankan praktik demi dirinya sendiri namun bukan demi makhluk lain."
"Dan bagaimana seseorang dapat disebut upasaka/upasika yang menjalankan praktik demi dirinya sendiri dan demi makhluk lain?"
"Jivaka, seorang upasaka/upasika yang dirinya mempunyai keyakinan dan mendorong orang lain menumbuhkembangkan keyakinan; dirinya mempunyai kebajikan dan mendorong orang lain menumbuhkembangkan kebajikan; dirinya mempunyai kemurahan hati dan mendorong orang lain menumbuhkembangkan kemurahan hati; dirinya berkemauan menemui para bhikkhu dan mendorong orang lain menemui para bhikkhu; dirinya berkeinginan mendengarkan Dhamma sejati dan mendorong orang lain untuk mendengarkan Dhamma sejati; membiasakan dirinya mengingat Dhamma yang didengarnya dan mendorong orang lain untuk mengingat Dhamma yang telah mereka dengar; dirinya menganalisa makna dari Dhamma yang didengarnya dan mendorong orang lain untuk menganalisa makna dari Dhamma yang telah mereka dengar; dirinya mengetahui Dhamma dan maknanya, menjalankan Dhamma sesuai Dhamma, dan mendorong orang lain untuk menjalankan Dhamma sesuai Dhamma: itulah seorang upasaka/upasika yang menjalankan praktik demi dirinya sendiri dan demi makhluk lain."
***
Sumber: "Jivaka Sutta: To Jivaka" (AN 8.26), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight, 4 July 2010, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an08/an08.026.than.html.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Mei 2013.






