“Tidak, Baginda. Tiada orang yang lebih saya cintai daripada diriku sendiri. Dan bagaimana dengan Baginda? Apakah ada orang yang lebih Baginda cintai daripada diri Baginda sendiri?”
“Tidak, Mallika. Tiada orang yang lebih saya cintai daripada diriku sendiri.”
Kemudian raja turun dari istana, menghampiri Bhagavan dan setelah tiba, bernamaskara kepada beliau dan duduk di satu sisi. Selagi duduk di sana, raja berkata kepada Bhagavan, “Barusan ketika saya pergi bersama Ratu Mallika ke istana bagian atas, saya bertanya kepadanya, ‘Mallika, apakah ada orang yang lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri?’”
“Ketika hal ini disampaikan, dia berkata kepada saya, ‘Tidak, Baginda. Tiada orang yang lebih saya cintai daripada diriku sendiri. Dan bagaimana dengan Baginda? Apakah ada orang yang lebih Baginda cintai daripada diri Baginda sendiri?’”
“Ketika hal ini disampaikan, saya berkata kepadanya, ‘Tidak, Mallika. Tiada orang yang lebih saya cintai daripada diriku sendiri.’”
Mengetahui pentingnya hal ini, pada kesempatan itu, Bhagavan menyatakan berikut:
Menelusuri segala penjuru
Dengan citta-mu,
Engkau temukan tiada yang lebih engkau cintai
Daripada dirimu sendiri.
Demikian pula, orang lain
Begitu mencintai diri mereka sendiri.
Karena itu, engkau seharusnya tidak menyakiti orang lain
Jika engkau mencintai dirimu sendiri.
***
Sumber: "Rajan Sutta: The King" (Ud 5.1), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight,
3 September 2012, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/kn/ud/ud.5.01.than.html.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. November 2012.






