"Seperti halnya benih pohon Nimba, benih tanaman menjalar yang pahit, atau benih melon pahit yang ditanam di tanah yang lembab, apa pun nutrisi yang didapat dari tanah dan air, semuanya menghasilkan rasa pahit, berbau tajam dan tidak sedap. Mengapa demikian? Karena benihnya tidak baik. Begitu pula, ketika seseorang memiliki pandangan keliru, tekad keliru, ucapan keliru, tindakan keliru, cara hidup keliru, upaya keliru, sati yang keliru, samadhi yang keliru, pengetahuan yang keliru dan pembebasan yang keliru, apa pun tindakan melalui tubuh yang dilakukannya berlandaskan pandangan tersebut, apa pun tindakan melalui ucapan ... apa pun tindakan melalui pikiran yang dilakukannya berlandaskan pandangan tersebut, apa pun cetana, apa pun tekad, apa pun ikrar, apa pun olahan, semuanya menghasilkan sesuatu yang tak menyenangkan, tak nyaman, tak menarik, tak membawa manfaat dan membawa dukkha. Mengapa demikian? Karena dilandasi pandangan negatif."
"Ketika seseorang memiliki pandangan tepat, tekad yang tepat, ucapan tepat, tindakan tepat, cara hidup yang tepat, upaya yang tepat, sati yang tepat, samadhi yang tepat, pengetahuan yang tepat dan pembebasan yang tepat, apa pun tindakan melalui tubuh yang dilakukannya berlandaskan pandangan tersebut, apa pun tindakan melalui ucapan ... apa pun tindakan melalui pikiran yang dilakukannya berlandaskan pandangan tersebut, apa pun cetana, apa pun tekad, apa pun ikrar, apa pun olahan, semuanya menghasilkan sesuatu yang menyenangkan, nyaman, menarik, membawa manfaat dan ketenangan. Mengapa demikian? Karena dilandasi pandangan positif."
"Seperti halnya benih tebu, beras, atau benih anggur yang ditanam di tanah yang lembab, apa pun nutrisi yang didapatkan dari tanah dan air, semuanya menghasilkan rasa yang manis, enak dan lezat. Mengapa demikian? Karena bijinya baik. Begitu pula, ketika seseorang memiliki pandangan tepat, tekad yang tepat, ucapan tepat, tindakan tepat, cara hidup yang tepat, upaya yang tepat, sati yang tepat, samadhi yang tepat, pengetahuan yang tepat dan pembebasan yang tepat, apa pun tindakan melalui tubuh yang dilakukannya berlandaskan pandangan tersebut, apa pun tindakan melalui ucapan ... apa pun tindakan melalui pikiran yang dilakukannya berlandaskan pandangan tersebut, apa pun cetana, apa pun tekad, apa pun ikrar, apa pun olahan, semuanya menghasilkan sesuatu yang menyenangkan, nyaman, menarik, membawa manfaat dan ketenangan. Mengapa demikian? Karena dilandasi pandangan positif."
***
Sumber: "Bija Sutta: The Seed" (AN 10.104), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight, 4 July 2010, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an10/an10.104.than.html.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Oktober 2012.






