"Jika demikian, perumah tangga, saya akan bertanya kembali kepadamu. Jawablah jika menurutmu cocok. Bagaimanakah pendapatmu: mereka yang mengajarkan Dhamma untuk meninggalkan lobha, untuk meninggalkan dosa, untuk meninggalkan moha - apakah Dhamma mereka telah diajarkan dengan baik atau tidak? Atau bagaimana itu membuatmu merasa takjub?"
"Bhante, mereka yang mengajarkan Dhamma untuk meninggalkan lobha, untuk meninggalkan dosa, untuk meninggalkan moha - Dhamma mereka telah diajarkan dengan baik. Itulah yang membuat saya merasa takjub."
"Dan bagaimanakah pendapatmu, perumah tangga: mereka yang telah menjalankan praktik untuk meninggalkan lobha, untuk meninggalkan dosa, untuk meninggalkan moha - apakah mereka telah menjalankan praktik dengan baik atau tidak? Atau bagaimana itu membuatmu merasa takjub?"
"Bhante, mereka yang telah menjalankan praktik untuk meninggalkan lobha, untuk meninggalkan dosa, untuk meninggalkan moha - mereka telah menjalankan praktik dengan baik di dunia ini. Itulah yang membuat saya merasa takjub."
"Dan bagaimanakah pendapatmu, perumah tangga: mereka yang lobha-nya telah ditinggalkan, akarnya telah dihancurkan, dibuat bagaikan puntung palem, tak mempunyai kondisi untuk berkembang, tak akan muncul di masa mendatang; mereka yang dosa-nya telah ditinggalkan ... mereka yang moha-nya telah ditinggalkan, akarnya telah dihancurkan, dibuat bagaikan puntung palem, tak mempunyai kondisi untuk berkembang, tak akan muncul di masa mendatang: di dunia ini, apakah mereka telah terbebas atau tidak? Atau bagaimana itu membuatmu merasa takjub?"
"Bhante, mereka yang lobha-nya ... dosa-nya ... moha-nya telah ditinggalkan, akarnya telah dihancurkan, dibuat bagaikan puntung palem, tak mempunyai kondisi untuk berkembang, tak akan muncul di masa mendatang: di dunia ini, mereka telah terbebas. Itulah yang membuat saya merasa takjub."
"Dengan demikian perumah tangga, engkau telah menjawab sendiri: ‘Mereka yang mengajarkan Dhamma untuk meninggalkan lobha, untuk meninggalkan dosa, untuk meninggalkan moha - Dhamma mereka telah diajarkan dengan baik. Mereka yang telah menjalankan praktik untuk meninggalkan lobha, untuk meninggalkan dosa, untuk meninggalkan moha - mereka telah menjalankan praktik dengan baik di dunia ini. Mereka yang lobha-nya ... dosa-nya ... moha-nya telah ditinggalkan, akarnya telah dihancurkan, dibuat bagaikan puntung palem, tak mempunyai kondisi untuk berkembang, tak akan muncul di masa mendatang: di dunia ini, mereka telah terbebas.’"
"Bhante, betapa mengagumkan. Betapa menakjubkan, bukanlah memuji Dhamma-nya sendiri maupun mencela Dhamma orang lain, namun hanya demi mengajarkan Dhamma dalam lingkup yang tepat, mengutarakan intinya tanpa menyebut diri sendiri."
"Engkau, Bhante, mengajarkan Dhamma untuk meninggalkan lobha ... dosa ... moha. Dhamma-mu telah diajarkan dengan baik. Engkau telah menjalankan praktik untuk meninggalkan lobha ... dosa ... moha. Engkau telah menjalankan praktik dengan baik di dunia ini. lobha ... dosa ... moha telah ditinggalkan, akarnya telah dihancurkan, dibuat bagaikan puntung palem, tak mempunyai kondisi untuk berkembang, tak akan muncul di masa mendatang. Di dunia ini, engkau telah terbebas."
"Luar biasa, Guru Ananda! Luar biasa! Seperti halnya membetulkan sesuatu yang posisinya terbalik, menyingkap apa yang tersembunyi, menunjukkan jalan kepada mereka yang tersesat, atau membawa lampu dalam kegelapan sehingga mereka yang memiliki mata dapat melihat wujud, begitu pula Guru Ananda - melalui banyak penalaran - telah membuat Dhamma menjadi jelas. Saya mengandalkan Buddha, Dhamma, dan Sangha para bhikkhu. Agar Guru Ananda mengingat saya sebagai Upasaka yang mengandalkan Tiratna, mulai hari ini, sepanjang hidup."
***
Sumber: "Ajivaka Sutta: To the Fatalists' Student" (AN 3.72), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight, 10 December 2011, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an03/an03.072.than.html.
Diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris oleh tim Potowa Center. Oktober 2012.






