“Ketika Samatha dikembangkan, apakah manfaatnya? Citta berkembang. Dan ketika citta berkembang, apakah manfaatnya? Kilesa ditinggalkan.
“Ketika Penyidikan Tajam dikembangkan, apakah manfaatnya? Pengetahuan (panna) berkembang. Dan ketika pengetahuan berkembang, apakah manfaatnya? Kesalahpengertian (avijja) ditinggalkan.
“Tercemar oleh kilesa, citta menjadi tidak bebas. Tercemar oleh kesalahpengertian, pengetahuan tak berkembang. Oleh karena itu, dengan memudarnya kilesa, muncullah kesadaran yang bebas. Dengan memudarnya kesalahpengertian, muncullah panna.”
Sumber: “Vijja-bhagiya Sutta: A Share in Clear Knowing" (AN 2.30), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu.
Access to Insight, 8 August 2010, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an02/an02.030.than.html.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh tim penerjemah Potowa Center. Maret 2012.






