“Baiklah, Bhante,” jawab para bhikkhu.
Bhagava berkata, “Lalu, apakah karakteristik dari orang yang tak berintegritas? Orang yang tak berintegritas, tidak berterima kasih dan tidak bersyukur. Rasa tidak berterima kasih ini, kurangnya rasa bersyukur ini, dimiliki oleh orang-orang yang tidak beretika. Ini sepenuhnya adalah karakteristik dari orang-orang yang tak berintegritas. Orang yang mempunyai integritas, berterima kasih dan bersyukur. Rasa berterima kasih ini, rasa bersyukur ini dimiliki oleh orang-orang yang beretika. Ini sepenuhnya adalah karakteristik dari orang-orang yang berintegritas.”
“Saya katakan pada kalian, para bhikkhu, ada dua orang yang tidak mudah dibalas kebaikannya. Siapakah kedua orang tersebut? Ibu dan ayah kalian. Meskipun jika kalian menggendong ibu di satu bahu dan ayah di bahu lainnya selama 100 tahun, dan merawat mereka dengan mengurapi, memijat, memandikan dan menggosok anggota tubuh mereka, dan mereka membuang air besar dan air kecil di sana (di bahu kalian), kalian tetap tak akan dapat membayar atau membalas kebaikan orang tua. Meskipun jika kalian memberikan seluruh kekuasaan di bumi ini kepada ibu dan ayah kalian, berlimpah dengan tujuh jenis harta benda, kalian tetap tak akan dapat membayar atau membalas kebaikan orang tua kalian. Mengapa demikian? Ibu dan ayah berbuat banyak demi anak-anaknya. Mereka merawat anak-anaknya, mereka menjaga anak-anaknya, mereka memperkenalkan dunia ini kepada anak-anaknya. Tapi siapa pun yang membangkitkan, mengendapkan dan memantapkan keyakinan dalam diri ibu dan ayahnya yang tak memiliki keyakinan; membangkitkan, mengendapkan dan memantapkan kebajikan dalam diri ibu dan ayahnya yang tidak tekun dalam kebajikan; membangkitkan, mengendapkan dan memantapkan kemurahan hati dalam diri ibu dan ayahnya yang kikir; membangkitkan, mengendapkan dan memantapkan pengertian (panna) dalam diri ibu dan ayahnya yang diliputi kesalahpengetian – dengan demikian, dia dapat membayar dan membalas kebaikan ibu dan ayahnya.”
***
Sumber: “Kataññu Suttas: Gratitude" (AN 2.31-32), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight, 14 August 2011, http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an02/an02.031.than.html.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.
Revisi: Juli 2015.






